Sunday, January 21, 2007

Note 5 : Brussel and Liege, Belgium

25 November 2006,

Take me out tonight
Where there's music and there's people
Who are young and alive
Because I want to see people
And I want to see life
Well the pleasure, the privilege is mine
There is a light that never goes out

ada satu 'light' yang membuat saya terpesona malam itu..lampu besar yang ditembakkan oleh proyektor ke arah gedung Brussel City Hall. And that nite I promise myself to find another beautiful light ; )..
Brussel yang merupakan capital city Belgium, bisa dibilang kota yang ngga pernah tidur. Mirip seperti Amsterdam, tapi entah kenapa ada perasaan nyaman di kota ini. Ga kaya Amsterdam, kota ini ramah, kalo digambarkan dengan warna Brussel adalah kilauan warna coklat hangat dari api unggun. hihihi...

Walaupun kunjungan malam itu singkat hanya dari jam 5-10 malam, saya tidak akan pernah lupa indahnya brussel. CIty centrum-nya tipikal kota-kota besar eropa, penuh dengan berbagai macam toko, toko souvenir, pakaian, macam-macam. Satu tempat yang agak berbeda adalah jajaran toko yang menjual berbagai macam coklat...sweet. bau coklat, permen, dan warna-warninya bener-bener bisa bikin senyum.

Tempat lain yang unik adalah jajaran restoran yang ada di centrum. Sesaat saya dan teman-teman tidak sadar ternyata kita memasuki area rumah makan pinggir jalan Brussels. It's huge.. banyak banget restorannya. Rasanya kaya masuk ke china-town, tapi bedanya bangunan yang ada disana menawarkan kenikmatan untuk lidah..mulai dari chinese food (yeapp they are everywhere..hehhe), italiano food, restoran perancis, rumah makan khas Belgium, serta paparan rumaha makan yang menjual sea-food (uwwaa rindu makan sea-food) komplit-komplit. LUcunya, para pramusaji disini aktif-aktif, sempat beberapa kali saya ditarik masuk ke dalam restoran, diperlihatkan menu, dan diming-imingi diskon besar-besaran. But, unfortunately, we're just student who satisfied enough by eating kebab..huahhahah...mungkin lain kali yaa...

Keluar dari jajaran restoran, kita sampai di grote markt dan city hall Brussel. Rupanya kamu sedang beruntungl. Malam itu Brussel sedang merayakan ulang tahun ratunya, sehingga ada sesuatu yang istimewa disana. Jajaran gedung-gedung tua Brussel berwarna-warni akibat tembakan dari proyektor. Gedung-gedung itu dijadikan layar untuk slide-slide sejarah kota Brussel, gambar-gambar raja dna ratu bahkan gambar bunga-bunga yang amat disukai masyarakat Brussel diiringi alunan musik..Bengong..indah..bagus banget...It was a heaven for me..

Sayangnya, ini tidak berlangsung lama. Baru satu jam saya disana, lampu-lampu mulai dimatikan. Mereka bilang sebenarnya perayaan ini sudah berlangsung sejak matahari terbenam.. yahhh..kami telat sampai disana..Well, perjalanan tetap berlanjut, sisa malam itu kami isi dengan mengelilingi beberapa bangunan dan patung-patung terkenal di Brussel. Mulai dari Old Houses on Brussels Grand Place, The Royal Palace, Manekin Pis (patung anak kecil pipis), Saint Michael and Gundula'S Cathedral...awesome..

Perjalanan ditutup dengan kembali ke Brussel Central Station menuju rumah saya di Maastricht


DSC00583

DSC00597