Note 5 : Brussel and Liege, Belgium
25 November 2006,
Take me out tonight
Where there's music and there's people
Who are young and alive
Because I want to see people
And I want to see life
Well the pleasure, the privilege is mine
There is a light that never goes out
ada satu 'light' yang membuat saya terpesona malam itu..lampu besar yang ditembakkan oleh proyektor ke arah gedung Brussel City Hall. And that nite I promise myself to find another beautiful light ; )..
Brussel yang merupakan capital city Belgium, bisa dibilang kota yang ngga pernah tidur. Mirip seperti Amsterdam, tapi entah kenapa ada perasaan nyaman di kota ini. Ga kaya Amsterdam, kota ini ramah, kalo digambarkan dengan warna Brussel adalah kilauan warna coklat hangat dari api unggun. hihihi...
Walaupun kunjungan malam itu singkat hanya dari jam 5-10 malam, saya tidak akan pernah lupa indahnya brussel. CIty centrum-nya tipikal kota-kota besar eropa, penuh dengan berbagai macam toko, toko souvenir, pakaian, macam-macam. Satu tempat yang agak berbeda adalah jajaran toko yang menjual berbagai macam coklat...sweet. bau coklat, permen, dan warna-warninya bener-bener bisa bikin senyum.
Tempat lain yang unik adalah jajaran restoran yang ada di centrum. Sesaat saya dan teman-teman tidak sadar ternyata kita memasuki area rumah makan pinggir jalan Brussels. It's huge.. banyak banget restorannya. Rasanya kaya masuk ke china-town, tapi bedanya bangunan yang ada disana menawarkan kenikmatan untuk lidah..mulai dari chinese food (yeapp they are everywhere..hehhe), italiano food, restoran perancis, rumah makan khas Belgium, serta paparan rumaha makan yang menjual sea-food (uwwaa rindu makan sea-food) komplit-komplit. LUcunya, para pramusaji disini aktif-aktif, sempat beberapa kali saya ditarik masuk ke dalam restoran, diperlihatkan menu, dan diming-imingi diskon besar-besaran. But, unfortunately, we're just student who satisfied enough by eating kebab..huahhahah...mungkin lain kali yaa...
Keluar dari jajaran restoran, kita sampai di grote markt dan city hall Brussel. Rupanya kamu sedang beruntungl. Malam itu Brussel sedang merayakan ulang tahun ratunya, sehingga ada sesuatu yang istimewa disana. Jajaran gedung-gedung tua Brussel berwarna-warni akibat tembakan dari proyektor. Gedung-gedung itu dijadikan layar untuk slide-slide sejarah kota Brussel, gambar-gambar raja dna ratu bahkan gambar bunga-bunga yang amat disukai masyarakat Brussel diiringi alunan musik..Bengong..indah..bagus banget...It was a heaven for me..
Sayangnya, ini tidak berlangsung lama. Baru satu jam saya disana, lampu-lampu mulai dimatikan. Mereka bilang sebenarnya perayaan ini sudah berlangsung sejak matahari terbenam.. yahhh..kami telat sampai disana..Well, perjalanan tetap berlanjut, sisa malam itu kami isi dengan mengelilingi beberapa bangunan dan patung-patung terkenal di Brussel. Mulai dari Old Houses on Brussels Grand Place, The Royal Palace, Manekin Pis (patung anak kecil pipis), Saint Michael and Gundula'S Cathedral...awesome..
Perjalanan ditutup dengan kembali ke Brussel Central Station menuju rumah saya di Maastricht

Note 4: Groningen, Netherlands
Groningen, kota tua dengan kehidupan malamnya..Ada yang beda dengan perjalanan ke Groningen. Kali ini edisi travelling hadir tanpa rencana yang pasti, akan kemana, nginep dimana, dan dengan siapa. Akhirnya setelah seminggudirencanakan..hanya dua orang traveller yang jadi pergi. Sebut saja Tika dan Banu..huehhehe...yah yang lain pada mengundurkan diri..dengan berbagai alasan. KArena g sendiri udah muak dengan assignment dan keliling kota maastricht, akhirnya memutusakn untuk pergi tanpa berpikir. Perjalanan dimulai dari statiun Maastricht jam 9 pagi..sampai di Amsterdam Zuyd jam 12 siang..lalu pergi ke rumah tante-nya Banu..yeah yeahh...makan siang paling enak untuk minggu ini..hihihi..bubur ayam spesial dengan cakue dan sambal..hummm...Kota Amsetrdam Zuyd sendiri kota kecil di selatan Amsterdam. Tapi jangan ditanya ada gedung yang namanya WTC, kantor gede yang enak..hihih. [cerita selanjutnya entar ya] di cerita yang berbeda.Setelah menumpang makan dan melepas lelah, si g dan Banu melanjutkan perjalanan ke Groningen. Ternyata butuh 3 jam lagii untuk sampe disana..Sialnya kereta yang kita naiki penuh abisss..maklum weekend..jadilah kita ngampar di bordess [tau bordess kan?? persambungan antara kereta]..nasib nasib udah di Belanda juga sama aja, ngampar dan desek2an. Untungnya karena udah kecapean, mau ditaro dimanapun tetep bisa tidur ..hihihi...jam 8 malam kita nyampe di statiun Groningen. Kesan pertama kota ini memang kaya Maastricht, kota tua yang penuh sama bangunan-bangunan tua.. Setelah menjelajah 2 hari di kota ini ditemukanlah sebuah perbedaan dengan Maastricht. NIte Live-nya rame.. Malam pertama di Groningen, g habisin di klub jazz bernama news cafe. Tempatnya keren, musiknya asik, ditemani oleh org2 baru yang menyenangkan..hhaah dan sedikit penghangat badan.. Setelah puas dan cape berdiri kita pindah ke club Jazz juga yang namanya kalo ga salah eenkamer..bla bla [dlam bahasa belanda]. Nah, klub yang ini agak beda, sedikit lebih blues, g suka banget lukisan2 di dindingnya yang dipenuhi karikatur gamabar musisi jazz tempo dulu..they really know jazz roots. Nice place indeed..Siangnya kita pergi berjalan-jalan di centrum kota Groningen. Secara sepintas Groningen punya satu ciri khas sendiri. Walaupun kota tua tetapi bangunannya sudah banyak yang direnovasi. Beberapa bangunan bahkan terlihat berbeda, dengan cat yang baru tapi bentuknya masih tua.. [hahhaha..kalo di maastricht lebih indah sihh..bener2 bangunan tuaaaaa]. Centrum kota penuh dengan toko2 franchise..ahahaha..ga ketinggalan ada wagamama [mc D-nya chinese food..ga enak kata adi]. Satu bangunan yang menurut g keren adalah Rijk Universiteit of Groningen..membandingkan dengan Maastricht Uni, RUG punya gedung tua yang gede..dengan halaman luas..huhuhu...mauuuuu....terus terus perjalanan dilanjutkan dengan mengunjungi "World Press Photo Exhibit" well what can I say..Awesome...Malam kedua, g dan Banu dijamu makan malam sama temen2 groningen...opor ayam anak rantau..huahhaha..enakk..dilanjutin sama mengobrol sampe tengah malam, dan [dasar anak muda, ga capek2nya..huahaha] diakhiri dengan pergi ke klub dengan nama huimmm 'Palace' or something ya...lupa...waks ternyata ini bener2 tempat dugem..hahhaahah...musiknya Belandeee banget..bikin pusingg..jedak jeduk.. hahhaha..karena tamu adalah tamu yahhh ikutilah kata tuan rumahh...hahhaha...g dan Banu yang emang ga suka tempat beginian akhirnya cuma cengengesan... [g bakal lompat dari lantai dua kalo sampe ikut goyang dengerin musik jedak jeduk] huahhaha...Dua malam di Groningen dihabiskan dengan mengunjungi klub2-nya ternyata memberikan padangan yang berbeda. Groningen lebih hidup daripada Maastricht di malam hari. Menyenangkan untuk dikunjungi sesekali ketika membutuhkan suasana berbeda.... Yah selalu ada lain kali bukan?
thanks for everything ya..Groningersss..!!! hihih.. c u soon!
Note 3: Karlsruhe, Germany

Jerman sehari pulang pergi..'dekat dihati..dekat di mata..huehhehehe.. itu kesan pertama waktu datang ke Jerman.
Kunjungan pagi buta naik bus selama 5 jam pergi dan 7 jam pulang bener2 bikin capek!!! Kunjungan yang pertama ke negara tetangga pada tanggal 15 September 2006 [walaupun illegal, karena ga punya visa C+D atau residence permit] terselenggara [ciee..] berkat kenekatan lecture dan teman2 sekelas untuk berkunjungan ke sebuah museum media n art dengan nama ZKM - Zentrum fur Kunst und Medientechnologie Karlsruhe, tempatnya tentu di Karlsruhe. Museum ini jauh banget dari kesan kuno, karena isinya semuanyacuangihhh...mulai dari foto yang bisa ngomong terus , terus pantai buatan, tanaman yang bisa tumbuh secara virtual, sampai video game dari jaman kuda sampai yang paling cuanggihhhh...bosss...pinter banget ya org2 di dunia nyiptain begituan. Saluttt!!! Tapi, ga enaknya tetep harus bikin assignment tentang salah satu media n artwork yang ditampilin.
Selain assignment yang bikin gilak, g ngalamin kejadian ga enak. Di salah satu toko di gas station tempat kita berenti, temen2 ngalamin pelecehan walaupun bukan seksual. Kita disangka ngutil dong sama shopkeepernya,,,dasar jerk! "jerk shopkeeper' keep asking us did we pay already for the food we took. We had to show him the bill..crazy. And it' didnt happen only once but 4 times!! Hehheeh..basically,, perjalanan menyenangkanlah...cukup adventorous untuk minggu. at least selama 5 jam disana lupa ttg assignment.
Note 1: Amersfort, Netherlands
Setelah 2 minggu ada di Belanda, akhirnya g punya tenaga dan waktu juga untuk cerita-cerita kunjungan pertama g ke kota di Belanda.
Jadi kita mulai dulu aja dari perjalanan g ke Amersfort, Leusden, dan Wageningen. Walaupun ini tiga kota yang berbeda tapi letaknya berdekatan. G hanya perlu naik kereta 2 jam 1o menit ke Amersfort, terus 10 menit naik mobil ke Amersfort lalu dilanjutkan dengan 30 menit naik mobil ke Wageningen. Kunjungan ke Amersfort sebenernya dilakukan atas dasar ingin mengambil barang-barang yang dititipin ke Demas [hihih..which is isinya rice cooker]. Jadi karena udah kangen banget sama nasi, makanya langsung cabut kesana , walaupun masih dalam suasana jetlag.
Naik kereta 2 jam di Belanda, enak banget. Ga kaya di Indonesia tersiksa, g bisa bilang kalo satu-satunya yg g paling nikmati dari perjalanan yah..itu tadi naik kereta..sambil dengerin musik..liat keluar jendela..ademmm...
Dateng ke Amersfort di hari Minggu sebenernya ga begitu berguna. Soalnya semua toko di Belanda tutup hari Minggu. Tapi dari perjalanan g diantara toko2 yang tutup itu, g bisa bilang kota ini kecil dan sepi. Ga seperti Maastricht, Amersfort lebih dingin dan windy. Selain itu, sepi karena lebih banyak rumah penduduk disana. G sempet jalan2 sedikit di pusat perbelanjaannya. Yang g paling heran adalah sama seperti Maastricht, di pusat perbelanjaannya pasti terdapat gereja. Gereja tua yang gede..dan pasti deh warnanya coklat [org belanda agak tergila2 sama warna ini kayanya, entah kenapa...down to earth maybe]..
Ga jauh beda dengan AMersfort, Leusden sama ..sepiii...dan memang kota ini hanya rumah penduduk. Dan cuma ada pertokoan kecil, yah kalo di Bandung, kaya Indomaret gitu..Well, ga banyak cerita di kota ini. G kebanyakan cuma tinggal di dalam rumah Demas, dan makan makan,...makan..minum..hihih
Nah, Wagenigen..kota ini terkenal juga nih sama banyaknya pelajar inDONESIA yang tinggal disana. Khususnya yang memang di bidang pertanian. Awalanya g pikir kota ini sedikit lebih gede dna hidup, eh taunya...tetew...Wageningen yg emang dikenal sebagai kota pertanian memang penuh sama pertanian..hihih...gedung-gedung tingginya hanya berupa asrama mahasiswa, yang gpikir g terlalu menawan arsitekturalnya. Untuk pusat kotanya, g belum sempet kunjungi, mungkin next time...
Yah...after all..kunjungan kali ini memang bukan untuk berwisata secara utuh, cuma mau mengunjungi saudara dan juga makan makanan yang Indonesia...